Rabu, 15 Juli 2020

PARAGFAR

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Mata kuliah Bahasa Indonesia dalam pembahasan tentang paragraf sangat erat hubungannya dengan ragam tulis oleh karena itu seharusnyalah kita mempelajari dan mengatahui masalah paragraf beserta aspek-aspek didalamnya dalam pembahasan makalah ini. Sehingga menjadi sebuah pembelajaran kita sebagai calon seorang guru agar bisa mengaplikasikannya dalam menulis segala sesuatu  yang ingin kita tulis secara benar dengan mengikuti kaidah-kaidah paragraf yang baik dan benar.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apakah pengertian dari paragraf ?

2.      Macam - macam paragraf?

3.      Apa saja tujuan paragraf ?

 

C.    Tujuan

1.      Agar kita bersama lebih memahami atau lebih mengerti tentang materi “ Paragraf”.

2.      Untuk melaksanakan tugas yang telah diberikan oleh dosen mata kuliah Bahasa Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian

Paragraf pada dasarnya merupakan istilah lain dari alinea. Sementara, untuk menyebut rangkaian kalimat yang terikat dalam satu kesatuan, ada yang menggunakan istilah paragraf dan ada pula yang menggunakan istilah alinea. Dalam kenyataan berbahasa, paragraf kadang-kadang terdiri dari beberapa kalimat, dan kadang-kadang pula terdiri dari satu kalimat. Kemudian paragraf dapat diberikan pengertian sebagai suatu bentuk pengungkapan gagasan yang terjalin dalam rangkaian beberapa kalimat.[1] Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.[2]

Dalam kamus besar bahasa Indonesia paragraf adalah [n] bagian bab dl suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai dng garis baru); alinea[3]

 

B.     Penanda Paragraf

Secara konkret, istilah paragraf hanya terdapat pada ragam bahasa tulis karena jalinan kalimat yang membentuk sebuah paragraf hanya dapat diidentifikasi dalam bentuk tertulis. Dalam bahasa lisan sangat sulit mengidentifikasi apakah jalinan kalimat yang diucapkan oleh seseorang itu berupa paragraf atau bukan. Untuk mengidentifikasi sebuah paragraf, pertama, paragraf ditandai dengan permulaan kalimat yang menjorok kedalam kira-kira lima atau tujuh ketukan mesin ketik . Contoh,

Paragaraf Menjorok Kedalam dan Paragraf Merenggang

 

 

 

 

 

                .........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

                ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

 

 

 

 

 

 

 

 


Penanda paragraf yang kedua adalah perenggangan, yaitu dengan memberi jarak tertentu antara paragraf yang satu dan yang lain. Lebar renggangan itu pada umumnya lebih dari renggangan jarak spasi yang digunakan dalam tulisan yang bersangkutan. Ketiga penanda yang dilakukan dengan cara mencampurkan atau menggabungkan penanda pertama dan penanda kedua. Dari ketiga penanda paragraf itu, yang paling lazim digunakan adalah penanda yang pertama (yang menjorok kedalam). [4]

C.    Syarat-Syarat Paragraf Yang Baik

a.       Kesatuan(kohesi)

Sebagai satu kesatuan gagasan, sebuah paragraf hendaknya hanya mengandung  satu gagasan utama, yang diikuti oleh beberapa gagasan pengembang atau penjelas. Oleh karena itu, rangkaian kalimat yang terjalin dalam sebuah paragraf hanya mempersoalkan satu masalah atau satu gagasan utama. Contoh :

 

 

1.      Pembangunan sektor wisata pada hakikatnya merupakan kegiatan dan usaha yang terkoordinasi untuk menarik minat wisatawan.

            Oleh karena itu, kegiatan pengembangan sektor tersebut mencakup berbagai segi kehidupan yang ada dimasyarakat.

2.      Pembangunan sektor wisata pada hakikatnya merupakan kegiatan dan usaha yang terkoordinasi untuk menarik minat wisatawan. Oleh karena itu, kegiatan pengembangan sektor  tersebut mencakup berbagai segi kehidupan yang ada dimasyarakat.

 

b.      Kepaduan

Sebagai suatu bentuk pengungkapan gagasan , sebuah paragraf juga harus memperlihatkan kepaduan hubungan antar kalimat yang terjalin di dalamnya. Karena itu, kepaduan paragraf dapat diketahui dari susunan kalimat yang sistematis, logis, dan mudah dipahami. Kepaduan semacam itu dapat dicapai jika jalinan kalimat-kalimatnya terangkai secara baik, misalnya dengan menggunakan sarana pengait kalimat dalam paragraf yang berupa:

·         Penggantian

·         Pengulangan

·         Penghubung antar kalimat

·         Gabungan ketiga diatas

1.      Penggantian

Penggantian merupakan sarana pengait kalimat dalam unsur tertentu dengan menggunakan kata ganti, kata penunjuk, atau kata lain yang mempunyai ciri yang tersirat pada kalimat sebelumnya. Kata ganti yang dapat digunakan, antara lain adalah dia, mereka, ia dan kalian. Sementara itu, yang dimaksud kata penunjuk adalah kata-kata sejenis ini, itu, tersebut, di atas, di bawah(umumnya ragam tulis), dan tadi atau nanti (untuk ragam lisan). Jadi, kata penunjuk yang dimaksud adalah kata-kata yang tergolong sebagai deiksis. Contoh,

Gadis itu bernama Ratih. Kulitnya kunng langsat. Rambutnya dipotong pendek ala Demi Moore. Hampir setiap pagi ia lewat di depan rumahku. Setiap kali kusapa ia tampak enggan menjawab. Namun, senyumnya selalu merekah di bibir mungilnya yang indah.

 

2.      Pengulangan

Pengulangan merupakan sarana pengait atau pengikat kalimat dalam paragraf yang dilakukan dengan cara mengulang bagian kalimat sebelumnya. Sebagai contoh, perhatikan paragraf berikut :

Seminar itu telah diselenggarakan pada hari Jumat yang lalu. Dalam seminar itu ada berbagai hal yang dibicarakan . Salah satu diantaranya adalah masalah perluasan orientasi pemasaran.

 

3.      Penguhubung Antar Kalimat

Penghubung antar kalimat merupakan ungkapan yang di gunakan untuk menghubungkan antara kalimat yang satu dan kalimat yang lain dalam sebuah paragraf. Contoh ungkapan penghubung :

Oleh karena itu,oleh sebab itu, meskipun begitu, meskipun demikian, dengan demikian, di samping itu, jadi, namun, selain itu, bahkan, sebaliknya, dengan kata lain.

 

4.      Sarana Gabungan

Sarana pengait kalimat dalam paragraf yang berupa gabungan antara sarana penggantian dan sarana pengulangan dan sarana penghubung antar kalimat, atau gabungan dari semua itu sekaligus. Sarana gabungan dapat dimanfaatkan sebagai variasi, sebagai contoh :

Sampana Sarawisa merupakan jenis tari hasil kreasi baru seniman Kabupaten Tanah Laut. Jenis tari itu belum lama iniberhasil memperoleh predikat baik dalam Festival Taru se-Kalimantan Selatan. Dengan keberhasilan itu, para seniman Kabupaten Tanah Laut berhak menampilkan karyanya dalam Pekan Tari di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, sebagai wakil daerah Kalimantan Selatan.[5]

 

Syarat dari segi kalimat :

Kalimat Pokok

·         Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.

Kalimat Penjelas

·         Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.

 

 

5.      Jenis-Jenis Paragraf

-Berdasarkan letak kalimat utamanya

 

·         Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Contoh:

 

Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.

 

·         Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu generalisasi, analogi, dan kausalitas.

 

♦ Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Contoh:

 

Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa, ternyata Ali, Toto, Alex, dan Burhan, mendapat nilai delapan. Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Oleh karena itu, boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang.Yang menjadi penjelasannya di atas adalah : Pemerolehan nilai Ali, Toto, Alex, Burhan, Maman, dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan peristiwa khusus. Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran yang logis. Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang. Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai mengarang, mencakup Ali, Toto, Alex, Burhan, Maman, dan anak-anak lainnya. Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam. Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan, kesimpulannya adalah semua anak kelas tiga pandai mengarang.

 

♦ Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang memiliki sifat sama. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang lain. Contoh:

 

Alam semesta berjalan dengan sangat teratur, seperti halnya mesin. Matahari, bumi, bulan, dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya, beredar dengan teratur, seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Mesin rumit itu ada penciptanya, yaitu manusia. Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. Manusia yang menciptakan mesin, sangat sayang akan ciptaannya. Pasti demikian pula dengan Tuhan, yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.

Dalam paragraf di atas, penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. Mesin saja ada penciptanya, yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti ada pula penciptanya. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu, tentu demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. Dia pasti sangat sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.

♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf dengan menggunakan fakta-fakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat. Misalnya, jika hujan-hujanan, kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter karena ia sakit kepala. Ada tiga pola hubungan kausalitas, yaitu sebab-akibat, akibat-sebab, dan sebab-akibat 1 akibat 2.

 

o   Sebab-Akibat

Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab, kemudian sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Polanya adalah A mengakibatkan B. Contoh:

Era Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang membesarkan hati. Pertanian, perdagangan, dan industri, dapat direhabilitasi dan dikendalikan. Produksi nasional pun meningkat. Ekspor kayu dan naiknya harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi kas negara. Dengan demikian, kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Ekonomi Indonesia semakin mantap sekarang ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini, Indonesia sudah sanggup menerima pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai pembangunan.

Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor penyebab.

 

o   Akibat-Sebab

 

Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat. Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. Contoh:

Kemarin Badu tidak masuk kantor. Hari ini pun tidak. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek membeli obat. Karena itu, pasti Badu itu sedang sakit.

 

o   Sebab-Akibat-1 Akibat-2

Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat. Contoh:

 

Mulai tanggal 17 Januari 2002, harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik. Minyak tanah, premium, solar, dan lain-lain dinaikkan harganya. Hal ini karena Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia kembali berlangsung normal. Karena harga bahan bakar naik, sudah barang tentu biaya angkutan pun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi harus diperhitungkan. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha menaikkan pendapatan masyarakat.

 

·         Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. Contoh:

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.

 

·         Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. Contoh:

Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. Harganya murah-murah, Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. Dari sampah, lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar.[6]

·         Paragraf Pengantar

Suatu jenis paragraf yang berfungsi untuk mengantarkan pembaca pada pokok persoalan yang akan dikemukakan.

 

·         Paragraf Pengembang

Paragraf yang terletak antara paragraf pengantar dan paragraf penutup. Fungsinya untuk mengembangkan pokok persoalan yang telah ditentukan.

 

·         Paragraf Penutup

Paragraf yang berfungsi untuk mengakhiri karangan atau sebagai penutup karangan.

 

6.      Paragraf Berdasarkan Struktur Informasinya

·         Paragraf Deduksi

Suatu jenis paragraf yang menampilkan kalimat utama atau kalimat topik pada awal paragraf, kemudian kalimat utama itu diikuti oleh sebagai pengembangannya. Sebagai contoh, perhatikan paragraf  berikut.

Secara fisik, kemajuan dalam bidang pembangunan memang tidak dapat diingkari. Gedung-gedung yang dulu berwarna kusam, kelabu kini semarak dihiasi poster-poster iklan barang konsumsi. Siang dan malam sejumlah alat dan berat bergemuruh menyelesaikan gedung-gedung perkantoran yang banyak dibangun kota. Jalan-jalan raya pun mulus diaspal.

 

·         Paragaraf Induksi

Paragraf induksi boleh dikatakan sebagai lawan atau kebalikan dari paragraf deduksi. Kalau pada paragraf deduksi kalimat utamanya ditempatkan pada  bagian awal, pada paragraf induksi sebaliknya. Kalimat utama pada paragraf induksi ditempatkan pada akhir paragraf, dan sebelum kalimat itu ada beberapa kalimat penjelas. Dengan demikian, struktur paragraf ini diawali dengan beberapa kalimat penjelas lebih dahulu, baru kemudian diikuti dengan kalimat utama.[7]

 

 

7.      Pengembangan Paragraf

·         Klasifikasi

Pengembangan paragraf dengan cara mengklasifikasi atau mengelompok-ngelompokkan masalah yang dikemukakan. Contoh,

Dewasa ini ada berbagai sumber yang dapat dimanfaatakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Sumber-sumber itu selain berupa tenaga air dan tenaga matahari, dapat pula berupa tenaga panas bumi dan tenaga nuklir. Sebagai pembangkit tenaga listrik, nuklir telah dimanfaatkan hampir di seluruh dunia.

·         Definisi

Suatu model pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara memberikan devinisi atau pengertian terhadap masalahyang sedang dibahas. Contohnya :

Informasi adalah suatu pengertian tentang kenyataan, kejadian, atau gagasan yang diekspresikan dengan menggunakan lambang-lambang yang telah diketahui dan disepakati bersama. Ungkapan “lambang-lambang yang telah diketahui dan disepakati bersama” yang dimaksud dalam hal ini adalah bahasa.

·         Analogi

Suatu bentuk perbandingan dengan caara menyamakan dua hal yang berbeda. Sejalan dengan itu, pengembangan dengan analogi merupakan model pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda untuk memperjelas gagasan yang akan diungkapkan.

·         Contoh

Suatu jenis pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara memberikan beberapa contoh sebagai penjelas gagasan yang dikemukakan. Pengembangan paragraf dengan menyertakan contoh lebih tepat digunakan dalam menjelaskan masalh yang sifatnya abstrak atau masalah lain yang sifatnya sangat umum.

·         Fakta

Suatu jenis pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara menyertakan sejumlah fakta atau bukti-bukti untuk memperkuat pendapat yang dikemukakan.Contoh,

Para petani di daerah itu umumnya sangat rajin. Setiap pagi ketika beberapa pegawai kantor sedang berangkat kerja, para petani sudah bermandikan keringat disawah ladangnya masing-masing. Mereka bekerja sejak fajar hingga matahari terbenam.[8]

 

8.      Pembagian Paragraf Menurut Teknik Pemaparan

Paragraf dibagi menurut jenis dan letak kalimat utamanya

Berdasarkan jenisnya

 

·         Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa. Ciri-cirinya: ada kejadian, ada palaku, dan ada waktu kejadian. Contoh:

 

Anak itu berjalan cepat menuju pintu rumahnya karena merasa khawatir seseorang akan memergoki kedatangannya. Sedikit susah payah dia membuka pintu itu. Ia begitu terkejut ketika daun pintu terbuka seorang lelaki berwajah buruk tiba-tiba berdiri di hadapannya. Tanpa berpikir panjang ia langsung mengayunkan tinjunya ke arah perut lelaki misterius itu. Ia semakin terkejut karena ternyata lelaki itu tetap bergeming. Raut muka lelaki itu semakin menyeramkan, bagaikan seekor singa yang siap menerkam. Anak itu pun memukulinya berulang kali hingga ia terjatuh tak sadarkan diri.

 

·         Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan itu. Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda, atau tempat.Ciri-cirinya: ada objek yang digambarkan. Contoh:

 

Perempuan itu tinggi semampai. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina.

 

·         Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori, teknik, kiat, atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasannya. Ciri-cirinya: ada informasi. Contoh:

 

Bahtsul masail sendiri merupakan forum diskusi keagamaan yang sudah mendarah daging di pesantren. Di dalamnya, dibahas persoalan-persoalan masyarakat yang membutuhkan tinjauan keagamaan secara ilmiah, rinci, dan terukur. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar topik yang muncul didasarkan atas laporan, aduan, atau keluhan masyarakat tentang persoalan agama, sosial, budaya, hingga ekonomi. Bisa dikatakan bahwa bahtsul masail sesungguhnya merupakan cara khas pesantren untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui perspektif agama.

 

·         Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat beserta alasannya. Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya. Contoh:

 

Keberhasilan domain itu memang tidak mudah diukur. Sebab, domain tersebut menyangkut hal yang sangat rumit, bahkan terkait dengan "meta penampilan" siswa yang kadang-kadang tidak kelihatan. Membentuk karakter manusia memang membutuhkan pengorbanan, sebagaimana yang dilakukan negara-negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Malaysia. Mereka bisa maju karena memiliki banyak orang pintar dan berkarakter.

 

·         Persuasi adalah paragraf yang mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca agar melakukan sesuatu. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk berbuat sesuatu. Contoh:

 

Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Selama ini, pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan, membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan, dan sebagainya. Padahal, dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu.[9]

 

9.      Bagian-Bagian Suatu Paragraf yang Baik

Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan tulisan.

·         Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.

Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos, "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau ide. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru. Terkadang baris pertama dimasukkan; kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai baris baru. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶).

Sebuah paragraf biasanya terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang dibantu dengan kalimat pendukung. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. Setiap paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk dilanjutkan. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. Dalam fiksi prosa, contohnya; tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir. Sebuah paragraf dapat sependek satu kata atau berhalaman-halaman, dan dapat terdiri dari satu atau banyak kalimat. Ketika dialog dikutip dalam fiksi, paragraf baru digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti.

·         Memasukkan

Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi), dengan baris kosong antara paragraf, sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). Untuk karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. Banyak terbitan buku menggunakan alat untuk memisahkan paragraf lebih jauh ketika ada perubahan adegan atau waktu. Spasi tambahan ini, khususnya ketika terjadi pada page break, dapat mendatangkan sebuah asterisk, tiga asterisk, sebuah dingbat istimewa, atau simbol khusus yang dikenal sebagai asterisme.

·         Paragraf gantung

Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan.

·         Detil

Dalam sastra, sebuah "detail" adalah sebagian kecil informasi di dalam paragraf. Sebuah detail biasanya muncul untuk mendukung atau menjelaskan ide pokok. Dalam kutipan berikut dari Lives of the English Poets karya Dr. Samuel Johnson, kalimat pertama adalah ide pokok, bahwa Joseph Addison adalah "pakar kehidupan dan kelakuan" yang hebat. Kalimat berikutnya adalah detail yang mendukung dan menjelaskan ide pokok dalam cara yang spesifik.

·         Kerangka paragraf

Ø  Dimulai dengan kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf.

Ø  Memberikan detail pendukung untuk mendukung gagasan utama.

Ø  Ditutup dengan kalimat penutup yang menyatakan kembali gagasan utama.[10]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

SIMPULAN

-Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana   cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea.

-syarat paragraf harus memiliki kesatuan dan kepaduan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

E.Zaenal Arifin.S. Amran Tasai. Cermat Berbahasa Indonesia, Akademika Pressindo.Jakarta. 2000.

Prpf. Dr. Gorsys Keraf. Komposisi Bahasa Indonesia, Nusa Indah.1997.

Dr. Mustakim. Kemampuan Berbahasa, Pustaka Utama,Jakarta.1994.

WWW.Paragraf.Com

http://kamusbahasaindonesia.org/paragraf



[1] Drs. Mustakim, membina Kemampuan Berbahasa, h.112.

[2] www.Paragraf.com

[4] Drs. Mustakim, membina Kemampuan Berbahasa, h.113-115

[5] E.Zaenal Arifin .S Amran Tasai. Cermat Berbahasa Indonesia,h.114-119

[6] Prpf. Dr. Gorsys Keraf, Komposisi Bahasa Indonesia, h.85-101

[7] Drs. Mustakim, membina Kemampuan Berbahasa, h.120-123.

[8] Drs. Mustakim, membina Kemampuan Berbahasa, h.123-127

[9] E.Zaenal Arifin .S Amran Tasai. Cermat Berbahasa Indonesia,h128-130.

[10] www.paragraf.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar