BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mata kuliah Bahasa
Indonesia dalam pembahasan tentang paragraf sangat erat hubungannya dengan
ragam tulis oleh karena itu seharusnyalah kita mempelajari dan mengatahui
masalah paragraf beserta aspek-aspek didalamnya dalam pembahasan makalah ini.
Sehingga menjadi sebuah pembelajaran kita sebagai calon seorang guru agar bisa
mengaplikasikannya dalam menulis segala sesuatu
yang ingin kita tulis secara benar dengan mengikuti kaidah-kaidah
paragraf yang baik dan benar.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari
paragraf ?
2. Macam - macam paragraf?
3. Apa saja tujuan
paragraf ?
C. Tujuan
1. Agar kita bersama lebih memahami atau
lebih mengerti tentang materi “ Paragraf”.
2. Untuk melaksanakan tugas yang telah
diberikan oleh dosen mata kuliah Bahasa Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Paragraf pada dasarnya merupakan istilah lain dari alinea.
Sementara, untuk menyebut rangkaian kalimat yang terikat dalam satu kesatuan,
ada yang menggunakan istilah paragraf dan ada pula yang menggunakan istilah
alinea. Dalam kenyataan berbahasa, paragraf kadang-kadang terdiri dari beberapa
kalimat, dan kadang-kadang pula terdiri dari satu kalimat. Kemudian paragraf dapat
diberikan pengertian sebagai suatu bentuk pengungkapan gagasan yang terjalin
dalam rangkaian beberapa kalimat.[1]
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah
yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal
juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada
baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau
spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti
paragraf pertama.[2]
Dalam kamus besar bahasa Indonesia paragraf adalah [n] bagian bab
dl suatu karangan (biasanya mengandung satu ide pokok dan penulisannya dimulai
dng garis baru); alinea[3]
B.
Penanda Paragraf
Secara konkret, istilah paragraf hanya terdapat pada ragam bahasa
tulis karena jalinan kalimat yang membentuk sebuah paragraf hanya dapat
diidentifikasi dalam bentuk tertulis. Dalam bahasa lisan sangat sulit
mengidentifikasi apakah jalinan kalimat yang diucapkan oleh seseorang itu
berupa paragraf atau bukan. Untuk mengidentifikasi sebuah paragraf, pertama,
paragraf ditandai dengan permulaan kalimat yang menjorok kedalam kira-kira lima
atau tujuh ketukan mesin ketik . Contoh,
Paragaraf Menjorok Kedalam dan Paragraf Merenggang
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Penanda paragraf yang kedua adalah perenggangan, yaitu dengan
memberi jarak tertentu antara paragraf yang satu dan yang lain. Lebar
renggangan itu pada umumnya lebih dari renggangan jarak spasi yang digunakan
dalam tulisan yang bersangkutan. Ketiga penanda yang dilakukan dengan cara
mencampurkan atau menggabungkan penanda pertama dan penanda kedua. Dari ketiga
penanda paragraf itu, yang paling lazim digunakan adalah penanda yang pertama
(yang menjorok kedalam). [4]
C.
Syarat-Syarat Paragraf Yang Baik
a.
Kesatuan(kohesi)
Sebagai satu kesatuan gagasan, sebuah paragraf hendaknya hanya
mengandung satu gagasan utama, yang
diikuti oleh beberapa gagasan pengembang atau penjelas. Oleh karena itu,
rangkaian kalimat yang terjalin dalam sebuah paragraf hanya mempersoalkan satu
masalah atau satu gagasan utama. Contoh :
1.
Pembangunan sektor wisata pada hakikatnya merupakan kegiatan dan
usaha yang terkoordinasi untuk menarik minat wisatawan.
Oleh karena itu, kegiatan
pengembangan sektor tersebut mencakup berbagai segi kehidupan yang ada
dimasyarakat.
2.
Pembangunan sektor wisata pada hakikatnya merupakan kegiatan dan
usaha yang terkoordinasi untuk menarik minat wisatawan. Oleh karena itu,
kegiatan pengembangan sektor tersebut
mencakup berbagai segi kehidupan yang ada dimasyarakat.
b.
Kepaduan
Sebagai suatu bentuk pengungkapan gagasan , sebuah paragraf juga
harus memperlihatkan kepaduan hubungan antar kalimat yang terjalin di dalamnya.
Karena itu, kepaduan paragraf dapat diketahui dari susunan kalimat yang
sistematis, logis, dan mudah dipahami. Kepaduan semacam itu dapat dicapai jika
jalinan kalimat-kalimatnya terangkai secara baik, misalnya dengan menggunakan
sarana pengait kalimat dalam paragraf yang berupa:
·
Penggantian
·
Pengulangan
·
Penghubung antar kalimat
·
Gabungan ketiga diatas
1.
Penggantian
Penggantian merupakan sarana pengait kalimat dalam unsur tertentu
dengan menggunakan kata ganti, kata penunjuk, atau kata lain yang mempunyai
ciri yang tersirat pada kalimat sebelumnya. Kata ganti yang dapat digunakan,
antara lain adalah dia, mereka, ia dan kalian. Sementara itu,
yang dimaksud kata penunjuk adalah kata-kata sejenis ini, itu, tersebut, di
atas, di bawah(umumnya ragam tulis), dan tadi atau nanti (untuk
ragam lisan). Jadi, kata penunjuk yang dimaksud adalah kata-kata yang tergolong
sebagai deiksis. Contoh,
Gadis itu bernama Ratih. Kulitnya kunng langsat. Rambutnya dipotong
pendek ala Demi Moore. Hampir setiap pagi ia lewat di depan rumahku. Setiap kali
kusapa ia tampak enggan menjawab. Namun, senyumnya selalu merekah di bibir
mungilnya yang indah.
2.
Pengulangan
Pengulangan merupakan sarana pengait atau pengikat kalimat dalam
paragraf yang dilakukan dengan cara mengulang bagian kalimat sebelumnya. Sebagai
contoh, perhatikan paragraf berikut :
Seminar itu telah diselenggarakan pada hari Jumat yang lalu. Dalam
seminar itu ada berbagai hal yang dibicarakan . Salah satu diantaranya adalah
masalah perluasan orientasi pemasaran.
3.
Penguhubung Antar Kalimat
Penghubung
antar kalimat merupakan ungkapan yang di gunakan untuk menghubungkan antara
kalimat yang satu dan kalimat yang lain dalam sebuah paragraf. Contoh ungkapan
penghubung :
Oleh karena
itu,oleh sebab itu, meskipun begitu, meskipun demikian, dengan demikian, di
samping itu, jadi, namun, selain itu, bahkan, sebaliknya, dengan kata lain.
4.
Sarana Gabungan
Sarana pengait
kalimat dalam paragraf yang berupa gabungan antara sarana penggantian dan
sarana pengulangan dan sarana penghubung antar kalimat, atau gabungan dari
semua itu sekaligus. Sarana gabungan dapat dimanfaatkan sebagai variasi,
sebagai contoh :
Sampana Sarawisa merupakan jenis
tari hasil kreasi baru seniman Kabupaten Tanah Laut. Jenis tari itu belum lama
iniberhasil memperoleh predikat baik dalam Festival Taru se-Kalimantan Selatan.
Dengan keberhasilan itu, para seniman Kabupaten Tanah Laut berhak menampilkan
karyanya dalam Pekan Tari di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, sebagai wakil
daerah Kalimantan Selatan.[5]
Syarat dari segi kalimat :
Kalimat Pokok
·
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan
pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang
inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu
pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya
dalam bentuk kalimat penjelas.
Kalimat
Penjelas
·
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan
atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.
5.
Jenis-Jenis Paragraf
-Berdasarkan
letak kalimat utamanya
·
Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan
persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat
penjelas. Contoh:
Kemauannya sulit untuk diikuti.
Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu.
Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa
menggunakannya membuka usaha baru.
·
Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan
penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Paragraf induktif
dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu generalisasi, analogi, dan kausalitas.
♦
Generalisasi adalah pola pengembangan paragraf yang menggunakan beberapa fakta
khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum. Contoh:
Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa, ternyata Ali,
Toto, Alex, dan Burhan, mendapat nilai delapan. Anak-anak yang lain mendapat
nilai tujuh. Hanya Maman yang enam dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang.
Oleh karena itu, boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai
mengarang.Yang menjadi penjelasannya di atas adalah : Pemerolehan nilai Ali,
Toto, Alex, Burhan, Maman, dan anak-anak kelas tiga yang lain merupakan
peristiwa khusus. Peristiwa khusus itu kita hubung-hubungkan dengan penalaran
yang logis. Kesimpulan atau pendapat yang kita peroleh adalah bahwa anak kelas
tiga cukup pandai mengarang. Kesimpulan bahwa anak kelas tiga cukup pandai
mengarang, mencakup Ali, Toto, Alex, Burhan, Maman, dan anak-anak lainnya.
Dalam kesimpulan terdapat kata cukup karena Maman hanya mendapat nilai enam.
Jika Maman juga mendapat nilai tujuh atau delapan, kesimpulannya adalah semua
anak kelas tiga pandai mengarang.
♦
Analogi adalah pola penyusunan paragraf yang berisi perbandingan dua hal yang
memiliki sifat sama. Pola ini berdasarkan anggapan bahwa jika sudah ada
persamaan dalam berbagai segi maka akan ada persamaan pula dalam bidang yang
lain. Contoh:
Alam semesta berjalan dengan sangat teratur, seperti halnya mesin.
Matahari, bumi, bulan, dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya, beredar dengan
teratur, seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Semua bergerak
mengikuti irama tertentu. Mesin rumit itu ada penciptanya, yaitu manusia.
Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada
penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. Manusia yang
menciptakan mesin, sangat sayang akan ciptaannya. Pasti demikian pula dengan
Tuhan, yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.
Dalam paragraf
di atas, penulis membandingkan mesin dengan alam semesta. Mesin saja ada
penciptanya, yakni manusia sehingga penulis berkesimpulan bahwa alam pun pasti
ada pula penciptanya. Jika manusia sangat sayang pada ciptaannya itu, tentu
demikian pula dengan Tuhan sebagai pencipta alam. Dia pasti sangat sayang
kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.
♦ Hubungan Kausal Hubungan kausal adalah pola penyusunan paragraf
dengan menggunakan fakta-fakta yang memiliki pola hubungan sebab-akibat.
Misalnya, jika hujan-hujanan, kita akan sakit kepala atau Rini pergi ke dokter
karena ia sakit kepala. Ada tiga pola hubungan kausalitas, yaitu sebab-akibat,
akibat-sebab, dan sebab-akibat 1 akibat 2.
o Sebab-Akibat
Penalaran ini berawal dari peristiwa yang merupakan sebab, kemudian
sampai pada kesimpulan sebagai akibatnya. Polanya adalah A mengakibatkan B.
Contoh:
Era
Reformasi tahun pertama dan tahun kedua ternyata membuahkan hasil yang
membesarkan hati. Pertanian, perdagangan, dan industri, dapat direhabilitasi
dan dikendalikan. Produksi nasional pun meningkat. Ekspor kayu dan naiknya
harga minyak bumi di pasaran dunia menghasilkan devisa bermiliar dolar AS bagi
kas negara. Dengan demikian, kedudukan rupiah menjadi kian mantap. Ekonomi
Indonesia semakin mantap sekarang ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan
apabila mulai tahun ketiga Era Reformasi ini, Indonesia sudah sanggup menerima
pinjaman luar negeri dengan syarat yang kurang lunak untuk membiayai
pembangunan.
Hal penting yang perlu kita perhatikan dalam membuat kesimpulan
pola sebab-akibat adalah kecermatan dalam menganalisis peristiwa atau faktor
penyebab.
o Akibat-Sebab
Dalam pola ini kita memulai dengan peristiwa yang menjadi akibat.
Peristiwa itu kemudian kita analisis untuk mencari penyebabnya. Contoh:
Kemarin
Badu tidak masuk kantor. Hari ini pun tidak. Pagi tadi istrinya pergi ke apotek
membeli obat. Karena itu, pasti Badu itu sedang sakit.
o Sebab-Akibat-1
Akibat-2
Suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama
berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga
timbul rangkaian beberapa akibat. Contoh:
Mulai
tanggal 17 Januari 2002, harga berbagai jenis minyak bumi dalam negeri naik.
Minyak tanah, premium, solar, dan lain-lain dinaikkan harganya. Hal ini karena
Pemerintah ingin mengurangi subsidi dengan harapan supaya ekonomi Indonesia
kembali berlangsung normal. Karena harga bahan bakar naik, sudah barang tentu
biaya angkutan pun akan naik pula. Jika biaya angkutan naik, harga
barang-barang pasti akan ikut naik karena biaya tambahan untuk transportasi
harus diperhitungkan. Naiknya harga barang-barang akan dirasakan berat oleh
rakyat. Oleh karena itu, kenaikan harga barang harus diimbangi dengan usaha
menaikkan pendapatan masyarakat.
·
Paragraf Campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan
persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas
dan diakhiri dengan kalimat topik.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf
merupakan penegasan dari awal paragraf. Contoh:
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari
komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana
komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern.
Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini
tanpa adanya sarana komunikasi.
·
Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar adalah paragraf yang tidak
memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau
tersirat pada kalimat-kalimat penjelas. Contoh:
Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. Harganya
murah-murah, Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan
sampah busuk. Dari sampah, lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Orang
yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. Enak saja makan dan minum
sambil beristirahat dan berkelakar.[6]
·
Paragraf Pengantar
Suatu jenis
paragraf yang berfungsi untuk mengantarkan pembaca pada pokok persoalan yang
akan dikemukakan.
·
Paragraf Pengembang
Paragraf yang
terletak antara paragraf pengantar dan paragraf penutup. Fungsinya untuk
mengembangkan pokok persoalan yang telah ditentukan.
·
Paragraf Penutup
Paragraf yang
berfungsi untuk mengakhiri karangan atau sebagai penutup karangan.
6.
Paragraf Berdasarkan Struktur Informasinya
·
Paragraf Deduksi
Suatu
jenis paragraf yang menampilkan kalimat utama atau kalimat topik pada awal
paragraf, kemudian kalimat utama itu diikuti oleh sebagai pengembangannya.
Sebagai contoh, perhatikan paragraf
berikut.
Secara fisik, kemajuan dalam bidang
pembangunan memang tidak dapat diingkari. Gedung-gedung yang dulu berwarna
kusam, kelabu kini semarak dihiasi poster-poster iklan barang konsumsi. Siang
dan malam sejumlah alat dan berat bergemuruh menyelesaikan gedung-gedung
perkantoran yang banyak dibangun kota. Jalan-jalan raya pun mulus diaspal.
·
Paragaraf Induksi
Paragraf
induksi boleh dikatakan sebagai lawan atau kebalikan dari paragraf deduksi.
Kalau pada paragraf deduksi kalimat utamanya ditempatkan pada bagian awal, pada paragraf induksi
sebaliknya. Kalimat utama pada paragraf induksi ditempatkan pada akhir
paragraf, dan sebelum kalimat itu ada beberapa kalimat penjelas. Dengan
demikian, struktur paragraf ini diawali dengan beberapa kalimat penjelas lebih
dahulu, baru kemudian diikuti dengan kalimat utama.[7]
7.
Pengembangan Paragraf
·
Klasifikasi
Pengembangan
paragraf dengan cara mengklasifikasi atau mengelompok-ngelompokkan masalah yang
dikemukakan. Contoh,
Dewasa ini ada
berbagai sumber yang dapat dimanfaatakan sebagai pembangkit tenaga listrik.
Sumber-sumber itu selain berupa tenaga air dan tenaga matahari, dapat pula
berupa tenaga panas bumi dan tenaga nuklir. Sebagai pembangkit tenaga listrik,
nuklir telah dimanfaatkan hampir di seluruh dunia.
·
Definisi
Suatu model
pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara memberikan devinisi atau
pengertian terhadap masalahyang sedang dibahas. Contohnya :
Informasi
adalah suatu pengertian tentang kenyataan, kejadian, atau gagasan yang
diekspresikan dengan menggunakan lambang-lambang yang telah diketahui dan
disepakati bersama. Ungkapan “lambang-lambang yang telah diketahui dan
disepakati bersama” yang dimaksud dalam hal ini adalah bahasa.
·
Analogi
Suatu bentuk
perbandingan dengan caara menyamakan dua hal yang berbeda. Sejalan dengan itu,
pengembangan dengan analogi merupakan model pengembangan paragraf yang
dilakukan dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda untuk memperjelas
gagasan yang akan diungkapkan.
·
Contoh
Suatu jenis
pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara memberikan beberapa contoh
sebagai penjelas gagasan yang dikemukakan. Pengembangan paragraf dengan
menyertakan contoh lebih tepat digunakan dalam menjelaskan masalh yang sifatnya
abstrak atau masalah lain yang sifatnya sangat umum.
·
Fakta
Suatu jenis
pengembangan paragraf yang dilakukan dengan cara menyertakan sejumlah fakta
atau bukti-bukti untuk memperkuat pendapat yang dikemukakan.Contoh,
Para petani di
daerah itu umumnya sangat rajin. Setiap pagi ketika beberapa pegawai kantor
sedang berangkat kerja, para petani sudah bermandikan keringat disawah
ladangnya masing-masing. Mereka bekerja sejak fajar hingga matahari terbenam.[8]
8.
Pembagian Paragraf Menurut Teknik Pemaparan
Paragraf
dibagi menurut jenis dan letak kalimat utamanya
Berdasarkan
jenisnya
·
Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau
peristiwa. Ciri-cirinya: ada kejadian, ada palaku, dan ada waktu kejadian.
Contoh:
Anak itu berjalan cepat menuju pintu rumahnya karena merasa
khawatir seseorang akan memergoki kedatangannya. Sedikit susah payah dia
membuka pintu itu. Ia begitu terkejut ketika daun pintu terbuka seorang lelaki
berwajah buruk tiba-tiba berdiri di hadapannya. Tanpa berpikir panjang ia
langsung mengayunkan tinjunya ke arah perut lelaki misterius itu. Ia semakin
terkejut karena ternyata lelaki itu tetap bergeming. Raut muka lelaki itu
semakin menyeramkan, bagaikan seekor singa yang siap menerkam. Anak itu pun
memukulinya berulang kali hingga ia terjatuh tak sadarkan diri.
·
Deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek sehingga
pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek yang digambarkan itu.
Objek yang dideskripsikan dapat berupa orang, benda, atau tempat.Ciri-cirinya:
ada objek yang digambarkan. Contoh:
Perempuan itu tinggi semampai. Jilbab warna ungu yang menutupi
kepalanya membuat kulit wajanya yang kuning nampak semakin cantik. Matanya
bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. Hidungnya mancung sekali mirip
dengan para wanita palestina.
·
Eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan suatu teori,
teknik, kiat, atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah
wawasannya. Ciri-cirinya: ada informasi. Contoh:
Bahtsul masail sendiri merupakan forum diskusi keagamaan yang sudah
mendarah daging di pesantren. Di dalamnya, dibahas persoalan-persoalan
masyarakat yang membutuhkan tinjauan keagamaan secara ilmiah, rinci, dan
terukur. Perlu diketahui pula bahwa sebagian besar topik yang muncul didasarkan
atas laporan, aduan, atau keluhan masyarakat tentang persoalan agama, sosial,
budaya, hingga ekonomi. Bisa dikatakan bahwa bahtsul masail sesungguhnya
merupakan cara khas pesantren untuk menyuarakan aspirasi masyarakat melalui
perspektif agama.
·
Argumentasi adalah paragraf yang mengemukakan suatu pendapat
beserta alasannya. Ciri-cirinya: ada pendapat dan ada alasannya. Contoh:
Keberhasilan domain itu memang tidak mudah diukur. Sebab, domain
tersebut menyangkut hal yang sangat rumit, bahkan terkait dengan "meta
penampilan" siswa yang kadang-kadang tidak kelihatan. Membentuk karakter
manusia memang membutuhkan pengorbanan, sebagaimana yang dilakukan
negara-negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Malaysia. Mereka bisa maju
karena memiliki banyak orang pintar dan berkarakter.
·
Persuasi adalah paragraf yang mengajak, membujuk, atau mempengaruhi
pembaca agar melakukan sesuatu. Ciri-cirinya: ada bujukan atau ajakan untuk
berbuat sesuatu. Contoh:
Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Selama ini, pemerintah
boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun
kantor-kantor baru dan guest house. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS
tanpa melakukan perampingan, membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan,
dan sebagainya. Padahal, dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu.[9]
9.
Bagian-Bagian Suatu Paragraf yang Baik
Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk
merangkai keseluruhan tulisan.
·
Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan
dengan wajar.
Sebuah paragraf
(dari bahasa Yunani paragraphos, "menulis di samping" atau
"tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki
tujuan atau ide. Awal paragraf ditandai dengan masuknya ke baris baru.
Terkadang baris pertama dimasukkan; kadang-kadang dimasukkan tanpa memulai
baris baru. Dalam beberapa hal awal paragraf telah ditandai oleh pilcrow (¶).
Sebuah paragraf
biasanya terdiri dari pikiran, gagasan, atau ide pokok yang dibantu dengan
kalimat pendukung. Paragraf non-fiksi biasanya dimulai dengan umum dan bergerak
lebih spesifik sehingga dapat memunculkan argumen atau sudut pandang. Setiap
paragraf berawal dari apa yang datang sebelumnya dan berhenti untuk
dilanjutkan. Paragraf umumnya terdiri dari tiga hingga tujuh kalimat semuanya
tergabung dalam pernyataan berparagraf tunggal. Dalam fiksi prosa, contohnya;
tapi hal ini umum bila paragraf prosa terjadi di tengah atau di akhir. Sebuah
paragraf dapat sependek satu kata atau berhalaman-halaman, dan dapat terdiri
dari satu atau banyak kalimat. Ketika dialog dikutip dalam fiksi, paragraf baru
digunakan setiap kali orang yang dikutip berganti.
·
Memasukkan
Praktik di Amerika secara umum adalah menandakan paragraf baru
dengan memasukkan baris pertama (tiga hingga lima spasi), dengan baris kosong
antara paragraf, sementara penulisan bisnis menggunakan baris kosong dan tanpa
masukan (hal ini biasanya dikenal sebagai "paragraf blok"). Untuk
karya tulis masukan dan tanpa baris kosong digunakan. Banyak terbitan buku
menggunakan alat untuk memisahkan paragraf lebih jauh ketika ada perubahan
adegan atau waktu. Spasi tambahan ini, khususnya ketika terjadi pada page
break, dapat mendatangkan sebuah asterisk, tiga asterisk, sebuah dingbat
istimewa, atau simbol khusus yang dikenal sebagai asterisme.
·
Paragraf gantung
Sebuah "paragraf gantung" adalah paragraf dimana baris
pertama paragraf tidak dimasukkan dan dimana baris selanjutnya dimasukkan.
·
Detil
Dalam sastra, sebuah "detail" adalah sebagian kecil
informasi di dalam paragraf. Sebuah detail biasanya muncul untuk mendukung atau
menjelaskan ide pokok. Dalam kutipan berikut dari Lives of the English Poets
karya Dr. Samuel Johnson, kalimat pertama adalah ide pokok, bahwa Joseph
Addison adalah "pakar kehidupan dan kelakuan" yang hebat. Kalimat
berikutnya adalah detail yang mendukung dan menjelaskan ide pokok dalam cara
yang spesifik.
·
Kerangka paragraf
Ø Dimulai dengan
kalimat topik yang menyatakan gagasan utama paragraf.
Ø Memberikan
detail pendukung untuk mendukung gagasan utama.
Ø Ditutup dengan
kalimat penutup yang menyatakan kembali gagasan utama.[10]
BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
-Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah
karangan atau karya ilmiah yang mana
cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga
dengan nama lain alinea.
-syarat paragraf harus memiliki kesatuan dan
kepaduan
DAFTAR PUSTAKA
E.Zaenal Arifin.S. Amran Tasai. Cermat Berbahasa Indonesia,
Akademika Pressindo.Jakarta. 2000.
Prpf. Dr. Gorsys Keraf. Komposisi Bahasa Indonesia, Nusa
Indah.1997.
Dr. Mustakim. Kemampuan Berbahasa, Pustaka
Utama,Jakarta.1994.
http://kamusbahasaindonesia.org/paragraf
[1] Drs. Mustakim, membina Kemampuan Berbahasa, h.112.
[2] www.Paragraf.com
[4] Drs. Mustakim, membina Kemampuan Berbahasa, h.113-115
[5] E.Zaenal Arifin .S Amran Tasai. Cermat Berbahasa Indonesia,h.114-119
[6] Prpf. Dr. Gorsys Keraf, Komposisi Bahasa Indonesia, h.85-101
[7] Drs. Mustakim, membina Kemampuan Berbahasa, h.120-123.
[8] Drs. Mustakim, membina Kemampuan Berbahasa, h.123-127
[9] E.Zaenal Arifin .S Amran Tasai. Cermat Berbahasa Indonesia,h128-130.
[10] www.paragraf.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar