BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Bioteknologi yang semakin meningkat merupakan potensi untu meningkatkan
kesejahtraraan masyarakat. Akan tetapi, perlu di sadari bahwa dengan adanya
bioteknologi yang semakin berkembang belum menjamin peningkatan kessejahtraan
masyarakat seuatu negara, karna makin banyak masyarakat yang tingkat ekonominya
rendah sehingga pengguna bioteknologi yang kurang merata.
Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan
berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang
dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu
cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam
segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi
antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan
kesehatan. Dengan ditunjang teknologi informasi telekomunikasi data dapat
disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi
teknologi informasi ini adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi
seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani.
Kearifan terhadap lingkungan dapat dilihat dari bagaimana perlakuan kita
terhadap benda-benda, tumbuhan, hewan, dan apapun yang ada di sekitar kita.
Perlakuan ini melibatkan penggunaan akal budi kita sehingga dari
perlakuan-perlakuan tersebut dapat tergambar hasil dari aktivitas budi kita.
Akumulasi dari hasil aktivitas budi dalam menyikapi dan memperlakukan
lingkungan disebut pengetahuan lokal atau biasa disebut kearifan lokal.
Kearifan lokal ini menggambarkan cara bersikap dan bertindak kita untuk
merespon perubahan-perubahan yang khas dalam lingkup lingkungan fisik maupun
kultural.
Pada masa kini kearifan lokal menjadi kecenderungan umum masyarakat
Indonesia yang telah menerima otonomi daerah sebagai pilihan politik terbaik.
Membangkitkan nilai-nilai daerah untuk kepentingan pembangunan menjadi sangat
bermakna bagi perjuangan daerah untuk mencapai prestasi terbaik. Selama ini,
kearifan lokal tiarap bersama kepentingan pembangunan yang bersifat
sentralistik dan top down.3 Oleh karena itu, sudah saatnya untuk menggali lebih
banyak kearifan-kearifan lokal sebagai alat atau cara mendorong pembangunan
daerah sesuai daya dukung daerah dalam menyelesaikan masalah-masalah daerahnya
secara bermartabat.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian,
jenis dan manfaat Bioteknologi
2. Pengertiandan
perkembangan teknologi informasi
3. Pengertian,
usaha sumber daya energi dan usaha manusia untuk melestarikaannya.
C. Manfaat dan Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian, jenis dan manfaat Bioteknologi
2. Untuk
mengetahui pengertian dan perkembangan teknologi informasi
3. Untuk
mengetahui pengertian, usaha sumber daya energi dan usaha manusia untuk melestarikannya.
BAB II
PEMBAHASAN
BEBERAPA
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PENTING
Dalam kehidupan manusia dewasa ini
tidak terlepas dari Ilmu Alamiah dan ilmu terapannya berupa teknologi dalam
berbagai bidang.Ilmu Alamiah murni memang tidak berperan langsung terhadap
kehidupan manusia tetapi antara ilmu murni dan ilmu terapan (teknologi)
mempunyai hubungan yang erat.Dari kosep ilmu murni dapat dikembangkan menjadi
ilmu terapan.Sebaliknya, teknologi atau ilmu terapan memberikan sumbangan
penemuan penemuannya kepada prinsip atau hukum-hukum baru dan seterusnya.
A. BIOTEKNOLOGI
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk
hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup
(enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata,
tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer,
biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain
sebagainya. Dengan
kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang
ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.[1]
Dalam rangka memenuhi dan meningkatkan
mutu kebutuhan hidup, manusia memanfaatkan biologi terapan yang digabungkan
dengan teknologi moderen sehingga tercipta ilmu baru yang dikenal dengan
Bioteknologi atau juga sering disebut Biomasadepan.Dalam perkembangannya lebih
lanjut muncullah bioteknologi kedokteran, bioteknologi farmasi, bioteknologi
pertanian, bioteknologi perternakan dan sebagainya.
Beberapa ahli membagi batasaan bioteknologi
sebagai berikut :
Kegiatan yang menitikberatkan pemanfaatan
aktivitas biologi dalam lingkup teknologi proses dan produksi secara
besar-besaran dalam industri
Pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah dan kerekayasaan
tehadap jasad, sistem atau proses biologi untuk memproduksi benda hidup, benda
mati dan jasa bagi kehidupan manusia
Ø Bioteknologi
Kedokteran
1) Sinar-X
Manfaat sinar-X dalam dunia kedokteran adalah
digunakan untuk foto rontgen organ tubuh manusia seperti paru-paru, tulang,
lambung, dll.
2) Sinar laser
Manfaat sinar laser dalam dunia kedokteran
adalah digunakan dalam operasi alat-alat dalam tubuh manusia.
3) Sinar Radioaktif
Manfaat sinar-X dalam dunia kedokteran adalah
digunakan untuk menyucihamakan alat alat kedokteran seperti suntikan, pisau dan
gunting bedah. Dalam genetika kedokteran sinar radioaktif digunakan sebagai
alat untuk mengatur dampak kelemahan untuk diperbaiki,dan sebagainya.
4) Bank Sperma dan Bayi Tabung
Bank sperma beku dan bayi tabung secara
ilmiah telah banyak dilakukan dinegara yang menganut paham kebebasan dan cara
seperti ini sering dilakukan oleh seorang wanita yang mengkehendaki anak diluar
pernikahan atau sebuah keluaga yang telah lama menikah namun belum dikaruniai
anak. Sperma
dipakai untuk membuahi sel telur, jika pembuahan telah terjadi dalam tabung
maka zigot ditanam kembali kedalam rahim sang ibu.
5) Pencangkokan Alat-alat Tubuh
Pencangkokan alat-alat tubuh yang dalam
keadaan biasa akan selalu ditolak karna hal tersebut merupakan benda asing bagi
pasien namun melalui bioteknologi dengan perantara gen maka pencangkokan dapat
dilaksanakan dengan baik. Alat-alat tubuh yang bisa dicangkok adalah
ginjal, kelenjar hati, kelenjar pulau langerhans pada pengkreas.
6) Rekayasa Genetika
Dengan rekayasa genetika dapat diciptakan
vaksin yang dapat menghasilkan immuglobin (zat kebal) terhadap beberapa
penyakit seperti hepatitis, kanker hati, dan lepra.Dengan rekayasa genetika
juga para ahli dapat menciptakan vaksin untuk penyakit hemifili, yaitu penyakit
keturunan yang mengakibatkan darah penderita sukar membeku.[2]
Ø Bioteknologi
Farmasi
Dalam memerangi penyakit-penyakit yang
disebakan oleh antigen atau bibit penyakit yang digunakan berbagai macam obat,
yang pada zaman dahulu berupa ramuan beberapa macam tumbuhan yang berupa sari
atau ekstrak.Tetapi pada zaman sekarang sesuai dengan kemajuan teknologi maka
dibuat zat sintetis dan pada saat mutakhir, melalui biologi melekular dan
rekayasa genetika, tubuh dipacu untuk memproduksi obat-obat sendiri. Obat-obatan
hasil bioteknologi tersebut antara lain humulin untuk diabetes, protopin yang
merupakan hormon pertumbuhan untuk memperbaiki anak-anak yang mengalami
keterbelakangan pertumbuhan, alfainterferon untuk pengobatan sejenis leukimia,
dan sebagainya. [3]
Ø
Bioteknologi Pertanian
Dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan dunia
yang terus meningkat maka produksi makanan secara knvensional tidak dapat
memenuhinya, oleh karEna itu dicari jalan melalui bioteknologi pertanian yang
antara lain :
1) Penggunaan Hormon Pertumbuhan
Penggunaan hormon pertumbuhan yang
mengubah tumbuhan dari diploidi menjadi poliploidi sehingga dihasilkan produk
yang “raksaksa” misalnya buah tomat, lobak, dll.
2) Kultur Jaringan
Dalam mempercepat pembibitan tanaman, kultur
jaringan lebih cepat tiga puluh kali dari pada cara tradisional. Dengan
demikian dapat mengatasi keterlambatan dan kekurangan bibit dalam masa tanam
dan juga meningkatkan kualitas panen. Dalam perbanyakan tumbuhan secara kloning
pada tumbuhan hias dan tumbuhan bernilai ekonomi tinggi dapat dilakukan secara
besar-besaran dengan kultur jaringan. Untuk perbaikan sifat tumbuhan, maka
silang somatik dengan kultur jaringan dapat dibuat keragaman genetik dalam
memperoleh tumbuhan yang memiliki sifat unggul. Untuk penelitin penyakit tumbuhan, kultur jaringan
dapat mengusahakan keragaman yang bebas virus dari tumbuhan yang terserang.
Kultur jatingan juga dapat membuat tanaman toleran terhadap stres serta kultur
jaringan juga dapat melestarikan plasma nutfa yang disimpan ditempat yang
dingin.
3) Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika tumbuhan dapat menciptakan
tumbuhan yang dapat menciptakan racun sendiri dari insekta yang hendak
memakannya.
Ø
Bioteknologi Perternakan
Para ahli perternakan juga memanfaatkan
bioteknologi perternakan, yakni penerapan rekayaa genetika yang melalui dua
tahap,yaitu:
1) Untuk memproduksi vaksin dan obat serta
hormon pertumbuhan ternak
2) Melibatkan hewan dapat tumbuh lebih cepat
dan makannya lebih sedikit, atau menjadi ternak yang lebih unggul. [4]
A.
TEKNOLOGI
INFORMASI
Ilmu Alamiah Dasar telah memberikan sumbangan
yang besar terhadap perkembangan komunikasi dan informasi.Dengan teknologi
informasi yang berkembang sangat pesat maka segala informasi dapat segera
disampaikan keseluruh penjuru dunia. Perkembangan teknologi komunikasi dan
informasi pada masa kini :
1. Percetakan
Percetakan sebagai alat yang menghasilkan media
komunikasi antar manusia. Dengan media massa berupa koran, kini suatu berita
dapat diikuti oleh orang banyak dalam waktu yang pendek, meskipun penyebarannya
masih tergantung pada alat tranportasi.
2. Telegraf
Telegraf ditemukan sejak abad ke-18.keunggulan
telegraf adalah membuat orang dapat berkomunikasi jarak jauh, namun telegraf
hanya dapat mengirimkan tanda-tanda yang harus diterjemahkan terlebih dahulu
dan kemudian baru dikirim kembali jawaban yang juga harus diterjemahkan lagi.
3. Telepon
Telepon
ditemukan oleh Bell pada tahun 1876.keunggulan telepon adalah orang dapat
berbicara langsung dan menerima pembicaraan atau jawaban sebagaimana layaknya
orang berbicara satu dengan yang lainnya. [5]
4. Radio
Radio dapat mengirimkan pesan-pesan atau
informasi tanpa menggunakan kawat seperti telegraf dan telepon.Informasi
tersebut dipancarkan melalui pemancar udara dengan demikian orang dapat
berkomunikasi walaupun diatas kapal yang tengah berlayar disamudra.
5. Bioskop atau Gambar Hidup
Salah satu alat komunikasi massa yang sangat
menggesankan yang menyajikan gambar hidup dan bergerak sehingga pesan yang
dikomunikasikan menjadi lengkap dan mudah dimengerti. [6]
6. Televisi
Televisi ditemukan pada abad ke-20.televisi
dapat mengirimkan pesan melalui suara maupun gambar. Dengan televisi orang
dapat menggirimkan dan menerima berita yang lengkap, hiburan yang bermutu serta
orang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan dan penerangan.
7. Satelit Komunikasi
Satelit komunikasi juga stelit (buatan manusia)
yang beredar mengelilingi bumi.Dengan adanya satelit komunikasi maka informasi
dapat disampaikan dengan lebih efektif dan efisien melalui media yang beragam
seperti televisi, radio, telepon, dll.Penyebaran ilmu pengetahuan yang sangat
cepat diharapkan dapat menimbulkan saling pengertian antar manusia diseluruh
dunia. Untuk negara indonesia yang masih berkembang, satelit komunikasi
sangatlah penting. [7]
8. Komputer
Komputer merupakan hasil pengembangan lebih
lanjut dari perkembangn listrik (elektronika) dan dari komputer manusia dapat
mengembangkan alat-alat lainnya,contohnya :
1)
Telepon Ensiklopedia
2) Robot
pelayanan rumah tangga
3)
Internet
4) Pusat
informatika
5)
Komputer simulasi
6) Robot pekerja
7) Komputer analisis
C.
Teknologi Kearifan Lokal
1. Pengertian
Kearifan Lokal
Pengertian
Kearifan Lokal dilihat dari kamus Inggris Indonesia, terdiri dari 2 kata yaitu
kearifan (wisdom) dan lokal (local). Local berarti setempat dan wisdom sama
dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain maka local wisdom dapat dipahami sebagai
gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (local) yang
bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti
oleh anggota masyarakatnya.
Secara
filosofis, kearifan lokal dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat
lokal/pribumi (indigenous knowledge systems) yang bersifat empirik dan
pragmatis. Bersifat empirik karena hasil olahan masyarakat secara lokal
berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di sekeliling kehidupan mereka.
Bertujuan pragmatis karena seluruh konsep yang terbangun sebagai hasil olah
pikir dalam sistem pengetahuan itu bertujuan untuk pemecahan masalah
sehari-hari
Dari
definisi-definisi itu, kita dapat memahami bahwa kearifan lokal adalah
pengetahuan yang dikembangkan oleh para leluhur dalam mensiasati lingkungan
hidup sekitar mereka, menjadikan pengetahuan itu sebagai bagian dari budaya dan
memperkenalkan serta meneruskan itu dari generasi ke generasi. Beberapa bentuk
pengetahuan tradisional itu muncul lewat cerita-cerita, legenda-legenda,
nyanyian-nyanyian, ritual-ritual, dan juga aturan atau hukum setempat.
Kearifan lokal
menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi
sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari
kehidupan mereka. Dengan cara itulah, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa
dari budaya lokal.
2. Jenis- jenis
Kearifan Lokal
a. Tata kelola,berkaitan
dengan kemasyarakatan yang mengatur kelompok sosial (kades). b. Nilai-nilai
adat, tata nilai yang dikembangkan masyarakat tradisional yang mengatur etika.
c. Tata cara dan
prosedur, bercocok tanam sesuai dengan waktunya untuk melestarikan alam.
d. Pemilihan
tempat dan ruang.
o
Kearifan lokal
yang berwujud nyata, antara lain;
Ø
Tekstual,
contohnya yang ada tertuang dalam kitab kono (primbon), kalinder.
Ø
Tangible,
contohnya bangunan yang mencerminkan kearifan lokal.
Ø
Candi borobodur,
batik.
o
Kearifan lokal
yang tidak berwujud;
Ø
Petuah yang
secara verbal, berbentuk nyanyian seperti balamut.
3. Fungsi Kearifan
Lokal
Ø
Berfungsi untuk
konservasi dan pelestarian sumber daya alam
Ø
Berfungsi untuk
pengembangan sumber daya manusia,
Ø
Berfungsi untuk
pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
Ø
Berfungsi
sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan.
Ø
Bermakna sosial
misalnya upacara integrasi komunal/kerabat.
Ø
Bermakna
sosial, misalnya pada upacara daur pertanian.
Ø
Bermakna etika
dan moral, yang terwujud dalam upacara Ngaben dan penyucian roh leluhur.
Ø
Bermakna
politik.
4. Hubungan Kearifan
Lokal degan Budaya Lokal
Hubungannya
adalah kearifan lokal itu merupakan sesuatu yang berkaitan secara spesifik
dengan budaya tertentu (budaya lokal) dan menecerminkan cara hidup suatu
masyarakat tertentu (masyarakat lokal). Dan kalau budaya lokal itu merupakan
suatu budaya yang dimiliki suatu masyarakat yang menempati lokalitas atau
daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang
berada di tempat yang lain.
Al-qur’an mendorong manusia untuk menguasai dan
mengembangkan teknologi, baik tejnologi pertanian, teknologi peternakan,
teknologi kedokteran, maupun teknologi mesin, teknologi nuklir dan yang lain. Sehingga
manusia dapat menciptakan berbagai jenis barang elektronik, mampu membuat
mobil, kapal, pesawat terbang, satelit, roket, bahkan Apollo. Bahkan al-qur’an
mempersilakan manusia yang memiliki dan menguasai serta mampu membuat alat-alat
teknologi modern dan canggih untuk menjelajah, melintasi dan menembus penjuru
langit dan bumi sebagai astronot atau antariksawan. Demikian sebagaimana firman
Allah yang artinya :
يَا
مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
‘’Hai
sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit
dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan
kekuatan’’. (QS, 55:33)
surah / surat : Ar-Ruum Ayat 8:

‘’Dan mengapa mereka tidak memikirkan
tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa
yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang
ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar
akan pertemuan dengan Tuhannya.’’
وَفِي الْأَرْضِ آَيَاتٌ
لِلْمُوقِنِينَ * وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
“Dan dibumi itu terdapat tanda-tanda
(kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yaqin,dan (juga) pada dirimu sendiri.
Maka apakah kamu tiada memperhatikan!”. (QS. adz-Dzariyat:20-21). (Syarh
Tsalatsah al-Usul: 19).
هُوَ الَّذِي
أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ
الْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا ۖ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ
حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا ۖ
وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ
وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ
{٢}
‘’Dialah yang
mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka
pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan
keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan
mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari
arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam
hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri
dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi
pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan’’. (QS: Al-Hasyr Ayat: 2)
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam bioteknologi mempelajari ilmu terapan yang di dalamnya terdapat prinsip-prinsip ilmiah dengan
menggunakan organism atau bagian organism untuk menghasilkan produk yang
digunakan untuk kepentingan manusia.
Manusia mempelajari teknologi karena kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
dan ini di sebabkan oleh kemajuan teknologi yang berjalan sesuai dengan
kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan.
Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan
manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan
aktifitas manusia.
Kearifan lokal apabila diterjemahkan secara bebas dapat diartikan
nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam suatu masyarakat. Hal ini berarti,
untuk mengetahui suatu kearifan lokal di suatu wilayah maka kita harus bisa
memahami nilai-nilai budaya yang baik yang ada di dalam wilayah tersebut.
B. Saran
Melalui makalah ini di harapkan pembaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan
mengenai perkembangan Teknologi penting yang membahas Bioteknologi ,teknologi
informasi dan teknologi kearifan lokal. Dan kami juga berharap pembaca dapat
memahami semua penjelasan yang di berikan dalam makalah ini ,sehingga apabila
ada yang kurang jelas atau kesalahan dalam penyusunan makalah ini, pembaca
dapat memberikan pemasukan demi sempurnanya penyusunan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Amien Muhammad, Pegangan Umum Bioteknologi 3.
Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985.
Maggy
Themawidjaya, Bioteknologi, Jakarta :Erlangga, 1990
Maskoeri Yasin, Drs., Ilmu Alamiah Dasar
Edisi Revisi, PT.Rajawali Grafindo Persada, Jakarta : 2009.
Heri Purnama, Ir., Ilmu Alamiah Dasar,
Rineka Cipta, Jakarta : 2008
Abu Ahmadi,
Drs., Supatmo, Ir,.Ilmu Alamiah Dasar Edisi Baru, Rineka Cipta, Jakarta
: 2008
Dahlan, M. A. (1993). Jurnal Ikatan Sarjana
Komunikasi vol 5 dan 6. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
J.B. Wahyudi. (1992). Teknologi Informasi
dan Produksi Citra Bergerak. Jakarta.
Rogers, M. (1986).Communication Technology
The New Media in Society. New York: The Free Press A Dursion of Macmillan.
Inc.
Shannon dan Weaver. (1949). The Matematical
Theory of Communication. Urbana: Univ. of Illinois.
Tanudikusumah, P. D. (1984). Citra
Komunikasi. Jakarta.
http://romadhon-byar.blogspot.com/2011/10/bioteknologi.html
http://blogku--inspirasiku.blogspot.com/2012/06/makalah-bioteknologi.html
[1]Amien Muhammad, Pegangan Umum Bioteknologi 3.
Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985.
[2]Maggy Themawidjaya, Bioteknologi, Jakarta
:Erlangga, 1990
[3]Maskoeri
Yasin, Drs., Ilmu Alamiah Dasar Edisi Revisi, PT.Rajawali Grafindo
Persada, Jakarta : 2009.
[4]Heri
Purnama, Ir., Ilmu Alamiah Dasar, Rineka Cipta, Jakarta : 2008
[5]Abu
Ahmadi, Drs., Supatmo, Ir,.Ilmu Alamiah Dasar Edisi Baru, Rineka Cipta,
Jakarta : 2008
[6]Dahlan, M. A. (1993). Jurnal Ikatan Sarjana
Komunikasi vol 5 dan 6. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
[7]J.B. Wahyudi. (1992). Teknologi Informasi
dan Produksi Citra Bergerak. Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar