Rabu, 15 Juli 2020

MEDIA AUDIO VISUAL

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi. Proses komunikasi (proses penyampaian pesan) harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan/informasi oleh setiap guru dan peserta didik. Melalui proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan dihayati oleh orang lain. Maka dari media audio visual juga berperan penting dalam media pembelajaran yang akan kami bahas dalam makalah ini.

 

 

B.  Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian dan jenis-jenis media audio visual?

2.      Apa karakteristik media audio visual?

3.      Bagaimana pengembangan media audio visual?

4.      Apa saja langkah-langkah penggunaan media audio visual pembelajaran?

5.      Bagaimana teknik pembuatan media audio visual pembelajaran?

 

 

C.  Tujuan Penulisan

1.      Mengetahui pengertian dan jenis-jenis media audio visual

2.      Mengetahui karakterisrtik media audio visual

3.      Mengetahui pengembangan media audio visual

4.      Mengetahui langkah-langkah penggunaan media audio visual

5.      Mengetahui teknik pembuatan media audio visual pembelajan.

 

 

BAB II

MEDIA AUDIO VISUAL

A.  Pengertian dan Jenis-jenis Media Audio Visual

Media Audio Visual adalah seperangkat media yang secara serentak dapat menampilkan gambar dan suara dalam waktu yang bersamaan, yang berisi pesan-pesan pembelajaran. Media pembelajaran ini mengenai lebih dari satu komponen sehingga merupakan integrasi dari beberapa unsur sehingga dapat menampilkan suara dan gambar bergerak secara serentak telah direncanakan secara matang, sistematis dan logis sesuai dengan tujuan dan tingkat kesiapan siswa yang menerimanya.[1]Media audio visual adalah media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi), meliputi media yang dapat dilihat, didengar dan yang dapat dilihat dan didengar.[2]

Beberapa jenis media audio visual diantaranya yang disebutkan disini adalah :

1.    Televisi

2.    VTR (Video Tape Recorder)

3.    VCD (Video Compact Disc)

4.    DVD (Digital Versatile Disc)

5.    Film

B.  Karakteristik Media Audio Visual

Beberapa karakteristik yang berhubungan dengan kelebihan dan keterbatasan secara tentang media audio visual sebagai pembelajaran adalah :

1.    Kelebihan yang terdapat pada media audio visual

a.       Dengan menggunakan video (disertai suara atau tidak), kita dapat menunjukkan kembali gerakan tertentu. Gerak yang ditunjukan itu dapat berupa rangsangan yang serasi, atau berupa respon yang diharapkan dan siswa. Umpamanya : program pendek (vignette) yang memperlihatkan interaksi orang-orang. Dengan melihat program ini siswa dapat melihat apa yang “harus atau jangan” dilakukan.

b.      Dengan video, penampilan siswa dapat segera dilihat kembali untuk dikritik atau dievaluasi. Caranya adalah dengan jalan merekam kegiatan yang terpilih, misalnya saja kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan keterampilan interpersonal, seperti teknik mewawancarai, memimpin siding, member ceramah dan sebagainya.

c.       Dengan menggunakan efek tertentu dapat diperkokoh baik proses belajar maupun nilai hiburan dari penyajian itu.

d.      Anda akan mendapatkan isi dan susunan yang utuh dari materi pelajaran/latihan, yang dapat digunakan secara interaktif dengan buku kerja, buku petunjuk, buku teks alat atau benda lain yang biasanya untuk dilapangan.

e.       Informasi yang dapat disajikan secara serentak pada waktu yang sama dilokasi (kelas) yang berbeda, dan dengan jumlah penonton atau peserta yang tak terbatas, dengan jalan menempatkan monitor (pesawat televisi dikelas-kelas).

f.       Suatu kegiatan belajar mandiri dimana siswa belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing dapat dirancang. Rancangan kegiatan yang mandiri ini biasanya dilengkapi atau dikombinasikan dengan bantuan computer atau bahan cetakan.

2.    Keterbatasan yang terdapat pada media audio visual

a.       Ketika akan digunakan, peralatan video tentu harus sudah tersedia ditempat penggunaan ; dan harus cocok ukuran dan formatnya dengan pica video yang akan digunakan.

b.      Menyusun naskah atau scenario video bukanlah pekerjaan yang mudah dan menyita waktu.

c.       Biaya produksi sangat tinggi dan hanya sedikit orang yang mampu mengerjakannya.

d.      Apabila gambar pada pica video ditransfer ke flim hasilnya jelek.

e.       Layar monitor yang kecil akan membatasi jumlah penonton, kecuali jaringan monitor dan sistem proyeksi video diperbanyak.

f.       Jumlah huruf pada grafis untuk video terbatas, yakni separoh dari jumlah huruf grafis untuk film/gambar diam.

g.      Bila anda menggunakan grafis yang berwarna pada TV hitam putih maka haruslah berhati-hati sekali.

h.      Perubahan yang pesat dalam teknologi menyebabkan keterbatasan sistem video menjadi masalah yang berkelanjutan.

Secara khusus kelebihan dan kelemahan media audio visual dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu televisi dan film/VTR/VCD/DVD. Kedua kelompok akan dibahas secara sederhana berikut ini.

1.    Televisi

Oemar Hamalik (1985 : 134) menjelaskan bahwa televise adalah perlengkapan elektronik, yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Maka televisi sebenarnya sama dengan flim, yakni dapat didengar dan dapat dilihat. Media ini berperan sebagai sumber hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaaan. Televisi juga dapat memberikan kejadian-kejadian yang sebenarnya pada saat suatu peristiwa terjadi dengan disertai dengan komentar penyiarnya. Kedua aspek tersebut secara simultan dapat didengar dan dilihat oleh para pemirsa. Peristiwa-peristiwa atau kejadian-kejadian tersebut langsung disiarkan dari stasiun pemancar TV tertentu.

Televisi sebagai media pengajaran mengandung beberapa keuntungan antara lain :

a.       Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.

b.      Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai Negara.

c.       Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.

d.      Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam

e.       Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat.

f.       Menarik minat anak.

g.      Dapat melatih guru, baik dalam per-service maupun dalam incervice training.

h.      Masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.[3]

Disamping kelebihannya, televisi juga mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut :

a.       Harga pesawat TV relative mahal

b.      Sifat komunikasinya hanya satu arah

c.       Jika akan dimanfaatkan dikelas jadwal siaran dan jadwal pelajaran disekolah sering kali sulit disesuaikan

d.      Program diluar kontrol guru, dan

e.       Besarnya gambar layar relative kecil dibandingkan dengan flim, sehingga jumlah siswa yang dapat memanfaatkan TV terbatas.[4]

2.    Flim/VTR/VCD/DVD

Flim adalah salah satu jenis media audio Visual. Flim sebagai media audio visual adalah flim yang bersuara. Slide atau filmstrip yang ditambah dengan suara buka alat audio visual yang lengkap, karena suara dan rupa berada terpisah, oleh sebab itu slide dan filmstrip termasuk media audio visual saja atau media audio visual diam plus suara.

Flim yang dimaksudkan disini adalah flim sebagai alat audio visual untuk pelajaran, penerangan atau penyuluhan. Banyak hal-hal yang dapat dijelaskan melalui flim, antara lain tentang proses yang terjadi dalam tubuh kita atau yang terjadi dalam suatu industri, kejadian-kejadian alam, tatacara kehidupan dinegara asing, berbagai industry dan pertambangan, mengajarkan sesuatu keterampilan, sejarah kehidupan orang-orang besar dan lain sebagainya[5]

Dibanding dengan media yang lain flim mempunyai kelebihan sebagai berikut :

a.       Dapat menarik perhatian untuk periode-perode yang singkat dari rangsangan luar lainnya.

b.      Dengan alat perekam vita video sejumlah besar penonton dapat memperoleh informasi dari ahli-ahli/spesialis

c.       Deminstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehinngga pada waktu mengajar guru bisa memusatkan perhatian pada penyajiannya

d.      Menghemat waktu dan rekaman dapat diputar berulang-ulang

e.       Kamera bisa mengamati lebihd dekat objek yang lagi bergerak atau objek yang berbahaya seperti harimau

f.       Keras-lemahnya suara yang ada bisa diatur dan disesuaikan bila akan disisipi komentar yang akan didengar

g.      Gambar proyeksi biasa dibekukan untuk diamati dengan seksama. Guru bisa mengatur dimana dia akan menghentikan gerakan gambar tersebut. kontrol sepenuhnya ditangan guru.

h.      Ruangan tak perlu digelapkan waktu menyaksikannya.

Disamping kelebihannya , Flim/CTR/VCD/DVD juga mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut :

a.       Perhatian penonton sulit dikuasai, partisipasi mereka jarang dipraktekkan

b.      Sifat yang komunikasinya yang satu arah haruslah diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik yang lain,

c.       Kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara sempurna

d.      Memerlukan peralatan yang mahal dan kompleks[6]

C.  Pengembangan Media Audio Visual

Daam pembuatan media Audio visual pembelajaran terdapat beberapa komponen yang harus ada selayaknya pembutan sebuah flim biasa. Komponen-komponen tersebut adalah :

1.    Naskah

Naskah merupakan teks cerita yang ditampilkan oleh para pemain, yang berisikan tentang pesan-pesan pembelajaran yang akan diflimkan, biasanya dapat berupa naskah dokumentar atau naskah dialog yang terdiri dari beberapa pemain flim. Naskah dibuat oleh guru yang bersangkutan dengan berkonsultasi kepada beberapa tenaga ahli lainnya.[7]

Naskah yang menjadi bahan narasi disaring dari isi pelajaran yang kemudian disentesis kedalam apa yang ingin ditunjukkan dan dikatakan. Narasi ini merupakan penuntun bagi tm produksi untuk memikirkan bagaimana video menggambarkan atau visualisasi meteri pelajaran. Pada awal pelajaran meda harus mempertunjukkan sesuatu yang dapat menarik perhatian semua siswa. Hal ini diikuti dengan jalinan logis keseluruhan sambung-enyambung dan kemudian menuntun kepada kesimpulan atau rangkuman. Kontinuitas program dapat dikembangkan melalui penggunaan cerita atau permasalahan yang memerlukan pemecahan.

Berikut adalah beberapa petunjuk praktis untuk menulis naskah narasi.

a.       Tulis singkat,padat dan sederhana

b.      Tulis seperti menulis judul berita, pendek dan tepat, berirama, dan mudah diingat.

c.       Tulisan tidk harus berupa kalimat yang lengkap. Pikirkan frase yang dapat melengkapi visual atau tuntutan siswa kepada hal-hal yang penting.

d.      Hindari istilah teknis, kecuali jika istilah itu diberi batasan atau gambaran

e.       Tulislah dalam kalimat aktif

f.       Usahakan setiap kalimat tidak lebih dari 15 kata. Diperkirakan setiap kalimat memakan waktu satu tayangan visual kurang lebih satu 10 detik

g.      Setelah menulis narasi baca narasi itu dengan suara keras.

h.      Edit dan revsisi naskah itu sebagaimana perlunya.[8]

2.      Sutradara

Ketika pembuatan audio visual atau flim tentunya sangat diperlukan adanya seorang sutradara, yang mengatur rentetan perekamnnya, agar dapat berjalan sesuai dengan rencana dan dapat berhasil dengan efektif dan efisien

3.    Kamerawan

Kamerawan adalah orang yang melakukan perekaman semua adegan yang diflimkan. Tekinisi ini harus mempunyai keahlian khusus, sebab jika tidak akan menghasilkan rekaman yang kurang bahkan tidak memuaskan. Disamping itu juga dapat menghambat cepat lambatnya penyelesaian media audio visual yang dibuat.

4.    Pemain flim

Untuk menjalankan sebuah rekaman media audio visual tidak akan bisa lepas dari pemain yang berperan didalam adegan tersebut, walaupun hanya sekedar berjalan atau duduk tanpa bersuara karena ia dijadikan sebagai media yang dijelaskan atau lainnya. Pemain ini harus betul-betul mahir sebab bila tidak sangat memperlambat selesainya proses perekaman.

5.    Seperangkat alat untuk merekam flim dan Editing

Setelah semua rekaman selesai, maka langkah terakhir adalah editing, dengan menggunakan seperangkat alat editing layaknya sebuah flim, sebab mungkin ada yang perlu ditambah dengan animasi lainnya, atau ada adegan yang dipotong, disambung bahkan ada yang harus didabing.

 

D.  Langkah-langkah Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran

Dalam impelementasinya ketika pembelajaran, langkah-langkah penggunaan media audio visual yaitu :

1.      Langkah Persiapan

a.       Persiapan dalam merencanakan, seperti berkonsultasi dengan para ahli

b.      Berikan pengarahan, khusus terhadap ide-ide yang sulit bagi siswa yang akan dikelukakan dalam materi

c.       Perhitungkan kelompok sasaran

d.      Usahakan sasaran harus dalam keadaan siap

e.       Periksa peralatan yang akan dipergunakan.

2.      Langkah Penyajian

a.       Sajikan dalam waktu yang tepat dengan kebiasaan atau cara mendengarkan

b.      Atur situasi ruangan, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pembelajaran

c.       Berikan semangat untuk mulai mendengarkan dan mulai konsentrasi terhadap permasalahan yang akan dihadapi.

3.      Tindak Lanjut

Merupakan langkah untuk melakukan koreksi dan perbaikan secara meyeluruh terhadap kegiatan, baik yang berhubungan dengan langkah persiapan maupun kegiatan yang terdapat dalam langkah penyajian. Sangat perlu pada kegiatan tindak lanjut siswa diberikan kesempatan untuk bertanya, bahkan perlu ditindak lanjuti dengan penugasan terhadap para siswa seacar individu atau kelompok. Untuk ,mengetahui apakah mereka betul-betul menyimak dan memperhatikan penyajian yang ditayangkan dan mencatat secara seksama.[9]

E.   TEKNIK PEMBUATAN MEDIA AUDIO VISUAL PEMBELAJARAN

Ada beberapa teknik yang digunakan dalam pembuatan flim, antara lain :

1.      Direct photography, yaitu mencatat atau merekam objek sebagaimana terjadi sesungguhnya, seperti yang dilihat sesuai dengan kenyataan. Flim-flim pengajaran biasanya dilakukan secara direct photografi.

2.      Slow Motion Photography, teknik ini merubah kecepatan gerak gambar yang terlalu capat menjadi lambat, sehingga mudah disaksikan dengan ril, misalnya burung, tendangan bila oleh pemain, dan sebagainya.

3.      Lapse Photography, teknik ini berupa gerakan-gerakan gambar yang lamban dan terlalu lama diikuti oleh mata kemudian dipercepat sesuai dengan kebutuhan. Misalnya tumbuhnya tanam-tanaman, mekarnya sekuntum bunga, proses erosi, gerakan salju yang menghendaki waktu berjalan berjam-jam atau berhari-hari.

4.      Animated Photography, teknik ini dilakukan dengan cara animasi, yaitu sesuatu yang abstrak dapat dikonkritkan. Misalkan untuk menjelaskan aliran listrik, teori pemerintahan dan sebagainya.

5.      Photomicrography, melalui teknik photomicrography, objek-objek yang terlalu kecil dapat diperbesar dan diperluas. Teknik ini sangat bermanfaat dalam mempelajari science dan kesehatan, misalnya reproduksi sel-sel, kehidupan hewan dan sebagainya.

6.      Telescopic photography, teknik ini mempergunakan lensa yang dapat menangkap objek yang terlalu jauh untuk dilihat dengan mata, mialnya mengamati bintang-bintang dilangit atau burung-burung yang terbang jauh, binatang buas.

7.      Flim Moghraphy, yaitu teknik yang paling sederhana dan murah, dengan jalan memotret gambar-gambar biasa dengan menghadapkan kamera kepada objek satu demi satu secara teratur, sehingga seolah-olah gambar itu sendiri yang bergerak.[10]

 

 

BAB III

PENUTUP

SIMPULAN

Media Audio Visual adalah seperangkat media yang secara serentak dapat menampilkan gambar dan suara dalam waktu yang bersamaan, yang berisi pesan-pesan pembelajaran. Beberapa jenis media audio visual diantaranya yang disebutkan disini adalah :

1.      Televisi

2.      VTR (Video Tape Recorder)

3.      VCD (Video Compact Disc

4.      DVD (Digital Versatile Disc)

5.      Film

Dari jenis-jenis tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar.  Media Pembelajaran. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. 2008

Asnawir, Usman, M. Basyiruddin. Media Pembelajaran, Jakarta : Ciputat Pers. 2002

Ramli, Muhammad. MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN. Banjarmasin : Copy Perdana. 2008

Rohani, Ahmad. MEDIA IN STRUKSIONAL EDUKATIF.  Jakarta : PT Rineka Cipta. 1997

 

 

 

 



[1]Muhammad Ramli, MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN, (Banjarmasin : Copy Perdana, 2008), h. 85

[2] Ahmad Rohani, MEDIA IN STRUKSIONAL EDUKATIF, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 1997), cet 1 h. 97

[3]Asnawir dan M. Basyiruddin  Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Pers, 2002),h. 101-102

[4] Muhammad Ramli, MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN,h. 89

[5] Op. cit. h. 95

[6] Muhammad Ramli, MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN, h. 90

[7] Ibid, h. 90

[8]Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada), 2008, h. 94-95

[9]Op. cit, h. 91-92

[10] Asnawir dan M. Basyiruddin  Usman, Media Pembelajaran, h. 100-101


Tidak ada komentar:

Posting Komentar