Rabu, 15 Juli 2020

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN METODE PEMBELAJARAN PAI

                                                                        BAB I

PENDAHULUAN

 

A.     Latar Belakang Masalah

Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial.

Mengingat betapa urgennya pendidikan agama bagi umatnya, maka peran guru yang profesional sebagai ujung tombak di dunia pendidikan sangat diharapkan untuk dapat  mentransfer ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan agam kepada peserta didiknya dengan berbagai metoda dan teknik. Menyadari betapa pentingnya metode dalam proses pembelajaran maka penyusun ingin membahas sekilas tentang metode-metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Pembahasan dalam makalah ini meliputi pengertian metode pembelajaran, macam-macam metode mengajar dengan kelebihan dan kelamahan masing-masing metode tersebut.

 

 

B.     Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas, maka perumusan masalah dalam pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.        Metode apa saja yang bisa digunakan dan efektif dalam proses pembelajaran dalam Pendidikan?

2.        Apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode pembelajaran dalam Pendidikan tersebut?

C.     Tujuan Pembahasan

Berdasarkan uraian perumusan permasalahan di atas, maka tujuan dari pembahasan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1.        Untuk mengetahui metode apa saja yang bisa digunakan dan efektif dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam; dan

2.        Untuk mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran PAI

A.     Pengertian Metode Pembelajaran

Secara etimologi, metode dalam bahasa arab di kenal dengan istilah thariqah yang berarti langkah-langkah strategi yang di persiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pekerjaan atau pendidikan, maka metode itu harus diwujudkan dalam proses pendidikan, dalam rangka mengembangkan sikap mental dan kepribadian agar peserta didik menerima pelajaran dengan mudah, efektif dan dapat dicerna dengan baik. Sedangkan secara terminologi, para ahli mendefinisikan metode sebagai berikut:

1.             Hasan Langgulung, mendefinisikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus di lalui untuk mencapai tujuan pendidikan.

2.             Abd. Al-Rahman Ghunaimah, mendefinisikan bahwa metode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan tepat dan cepat dalam mengajarkan mata pelajaran.

Berdasarkan beberapa definisi diatas, dapat di simpulkan bahwa metode adalah seperangkat cara, jalan dan tehnik yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu yang di rumuskan dalam silabi mata pelajaran.

Metode Latihan

Metode Kerja Lapangan

Metode Demonstrasi

Metode Karya Wisata

Metode Pemberian Tugas

Metode Kisah

Metode Muzakarah

Metode Pemberian Ganjaran

Metode Keteladanan

Metode Pembiasan

Metode Tanya Jawab

Oleh karena itu, metode harus sesuai dan selaras dengan karakteristik siswa, materi, kondisi lingkungan (setting) dimana pengajaran berlangsung. Penggunaan atau pemilihan suatu metode mengajar di sebabkan oleh adanya beberapa faktor yang harus dipertimbangkan antara lain: tujuan, karakteristik siswa, situasi, kondisi, kemampuan pribadi guru, sarana dan prasarana.

[1]

 

 

 

 

 

B.     Macam-macam Metode Pembelajaran

Adapun metode-metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam diantaranya adalah sebagai berikut :

Metode Ceramah

Metode ceramah yaitu suatu cara penyampaian bahan secara lisan oleh guru di muka kelas. Peran seorang murid disini sebagai penerima pesan, mendengar memperhatikan, dan mencatat keterangan-keterangan guru. Metode ini layak dipakai guru bila pesan yang disampaikan berupa informasi, jumlah siswa terlalu banyak, dan guru adalah seorang pembicara yang baik.

Kelebihan: penggunaan waktu yang efisien dan pesan yang disampaikan dapat sebanyak-banyaknya, pengorganisasian kelas lebih sederhana, dapat memberikan motivasi terhadap siswa dalam belajar, fleksibel dalam penggunaan waktu dan bahan.

Kelemahan: guru seringkali mengalami kesulitan dalam mengukur pemahaman siswa, siswa cenderunng bersifat pasif dan sering keliru dalam menyimpulkan penjelasan guru, menimbulkan rasa pemaksaan pada siswa, cenderung membosankan dan perhatian siswa berkurang.

Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu proses yang melibatkan dua individu atau lebih, berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan, saling tukar informasi, saling mempertahankan pendapat dan memecahkan sebuah masalah tertentu.

Kelebihan: suasana kelas lebih hidup, dapat menaikkan prestasi kepribadian individu, kesimpulan hasil diskusi mudah dipahami siswa, siswa belajar untuk mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib dalam musyawarah.

Kelemahan: siswa ada yang tidak aktif, sulit menduga hasil yang dicapai, siswa mengalami kesulitan mengeluarkan ide-ide atau pendapat mereka secara ilmiah dan sistematis.

Untuk mengatasi kelemahan dan segi negatif dari metode ini: pimpinan diskusi diberikan kepada murid dan diatur secara bergiliran, guru mengusahakan seluruh siswa agar berpartisipasi dalam diskusi, mengusahakan supaya semua siswa mendapat giliran berbicara, sementara siswa yang lain belajar mendengarkan pendapat temannya, mengoptimalkan waktu yang ada untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

[2]

Ada beberapa jenis diskusi yang dilakukan oleh guru dalam membimbing belajar siswa antara cpercaya diri dalam upaya mengembangkan ide-ide yang ditemukan atau dianggap benar.

Metode Tanya Jawab

Yaitu penyampaian pelajaran dengan cara guru mengajukan pertanyaan dan murid menjawab atau penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada murid atau dapat juga dari murid kepada guru.

[3]

Kelebihan: situasi kelas akan hidup karena anak-anak aktif berfikir dan menyampaikan buah fikiran, melatih agar anak berani mengungkapkan pendapatnya dengan lisan, timbulnya perbedaan pendapat diantara anak didik akan menghangatkan proses diskusi dengan lisan secara teratur, mendorong murid lebih aktif dan sungguh-sungguh, merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya fikir, mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.

Kelemahan: memakan waktu lama, siswa merasa takut apabila guru kurang mampu mendorong siswanya untuk berani menciptakan suasana yang santai dan bersahabat, tidak mudah membuat pertanyaan sesuai dengan tingkat berfikir siswa.

Metode Pembiasan

Yaitu sebuah cara yang dapat dilakukan untuk membiasakan anak didik berfikir, bersikap dan bertindak sesuai dengan tuntunan agama Islam.

Kelebihan: tidak hanya berkaitan lahiriyah tetapi berhubungan aspek batiniyah. Metode ini tercatat sebagai metode paling berhasil dalam pembentukan kepribadian anak didik.

Kelemahan: membutuhkan tenaga pendidik yang benar-benar dapat dijadikan sebagai contoh.

Metode Keteladanan

Yaitu hal-hal yang dapat ditiru atau di contoh oleh seseorang dari orang lain, namun keteladanan yang dimaksud disini adalah keteladanan yang dapat dijadikan sebagai alat pendidikan islam, yaitu keteladanan yang baik, sesuai dengan pengertian uswah dalam ayat al-qur’an atau al-hadist.

Kelebihan: memudahkan anak didik dalam menerapkan ilmu yang dipelajarinya, memudahkan guru mengevaluasi hasil belajar, mendorong guru akan selalu berbuat baik, tercipta situasi yang baik dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

Kelemahan: guru yang kurang baik cenderung akan ditiru oleh anak didiknya, jika teori tanpa praktek akan menimbulkan verbalisme.

Metode Pemberian Ganjaran

Yaitu pemberian ganjaran yang baik terhadap perilaku baik anak didik. Macam-macam ganjaran: pujian yang indah, imbalan materi/hadiah, doa, tanda penghargaan, wasiat pada orang tua.

[4]

Kelebihan: memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap jiwa anak didik, menjadi pendorong bagi anak-anak didik lainnya untuk mengikuti anak yang memperoleh pujian dari gurunya.

Kelemahan: dapat menimbulkan dampak negatif apabila guru melakukan secara berlebihan, umumnya “ganjaran” membutuhkan alat tertentu serta membutuhkan biaya.

Metode Pemberian Hukuman

Metode ini kebalikan dari metode pemberian ganjaran yang mana kelebihan dan kekuragannya hampir sama. Metode ini adalah jalan terakhir dalam proses pendidikan.

Metode Muzakarah

Yaitu suatu cara yang digunakan dalam menyampaikan bahan pelajaran dengan jalan mengadakan pertemuan ilmiah yang secara khusus membahas persoalan yang bersifat keagamaan, nama lainnya majmaal al-buhust. Mudzakarah dibedakan menjadi 2, yaitu:

1.    Mudzakarah yang diselenggarakan oleh sesama santri untuk membahas suatu masalah,

2.    Mudzakarah yang dipimpin oleh seorang kyai, dimana hasil mudzakarah diajukan untuk dibahas dan dinilai dalam suatu seminar.

Metode Kisah

Yaitu suatu cara dalam menyampaikan suatu materi pelajaran dengan menuturkan materi pelajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal yang sebenarnya terjadi ataupun hanya rekaan belaka. Metode kisah didunia pendidikan yang tidak diragukan kebenarannya adalah “Qur’ani dan kisah Nabi”.

Metode Pemberian Tugas

Dimana guru memberikan sejumlah tugas terhadap murid-muridnya untuk mempelajari sesuatu, kemudian mereka disuruh untuk mempertanggung jawabkannya. Tugas yang diberikan oleh guru bisa berbentuk memperbaiki, memperdalam, mengecek, mencari informasi, atau menghafal pelajaran. Metode ini mempunyai 3 fase, yaitu:

1. Fase pemberian tugas,

2. Fase pelaksanaan tugas,

3. Fase pertanggungjawaban tugas.

[5]

 

Metode Karya Wisata

Yaitu suatu metode mengajar dimana siswa dan guru pergi meninggakan sekolah menuju suatu tempat untuk menyelidiki atau mempelajari hal-hal tertentu.

 

 

Metode Latihan

Menurut Zuhairini, yaitu suatu metode dalam pengajaran dengan jalan melatih anak didik terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan atau biasa disebut dengan ulangan.

Metode Sosio-drama

Yaitu suatu metode mengajar dimana guru memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu, seperti yang terdapat dalam masyarakat sosial. Tujuannya adalah agar siswa menghayati dan menghargai perasaan orang lain, membagi tanggung jawab dalam kelompok, merangsang siswa berpikir dan memecahkan masalah.

Metode Kerja Lapangan

Yaitu suatu cara mengajar yang bertujuan memberikan pengalaman kerja nyata bagi anak didik diluar kelas (dimana saja bisa). Metode ini hakikatnya merupakan penyempurnaan dari metode kerja kelompok, karya wisata, dan eksperimen, bahkan tanya-jawab.

Metode Demonstrasi

Yaitu metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu kepada siswa. Dapat digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran fikih. Langkah-langkah penerapan metode demonstrasi: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

[6]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.     Simpulan

Metode pengajaran yaitu suatu cara penyampaian bahan pelajaran untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, fungsinya adalah menentukan berhasil tidaknya suatu prosess belajar-mengajar dan merupakan bagian yang integral dalam suatu sistem pengajaran.  Secara garis besar metode mengajar dapat di klaifikasikan menjadi 2 bagian : metode mengajar konvensional dan metode mengajar inkonvesional.

Metode-metode mengajar yang ada antara lain: metode pembiasaan,metode keteladanan, pemberian ganjaran, metode pemberian hukuman,metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode sorogan, metode bandonngan, metode mudzakarah, metode kisah, metode pemberian tugas, metode karya wisata, metode ekperimen, metode latihan, metode sosiodrama, metode simulasi, metode kerja lapangan, metode simulasi, metode kerja lapangan, metode demonstasi, metode kerja kelompok.

B.     Saran

1.        Setiap guru/ustadz bisa mempergunakan metode dan media yang sesuai dengan   pokok bahasan, sehingga efektivitasnya optimal;

2.        Untuk menyelenggarakan metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam tertentu, terkadang membutuhkan media-media yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, sehingga sebaiknya seluruh proses kegiatan pembelajaran dengan segala perlengkapannya dipersiapkan dan direncanakan dengan sebaik-baiknya.

3.        Pendidikan Agama Islam merupakan sarana yang sangat baik untuk membentuk akhlakul karimah, sehingga sangat penting bagi guru dan seluruh elemen yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan tersebut untuk bisa menjadi tauladan baik bagi peserta didiknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arief, Armai. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta : Ciputat Press.

Kasbollah, K. 1993. Strategi Belajar Mengajar Bahasa Inggris I (Teaching Learning Strategy). Malang : IKIP Malang.

Usman, Basrudin M. 2004. Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta : Ciputat Press.

 Muhammad Siddik, Metode dan Teknik Mengajar dalam Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas, Online, diakses pada 30/09/2012.

Basrudin M. Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta : Ciputat Press,  2004), hal. 3.

Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), hal. 5.

K. Kasbollah, Strategi Belajar Mengajar Bahasa Inggris I (Teaching Learning Strategy), (Malang : IKIP Malang, 1993), hal. 23.



Drs. Imansyah Alipandie Didaktik Metodik Pendidikan Umum (Surabaya Kediri, 2 Mei 1984), h. 79.

Drs. B. Suryosubroto Proses Belajar Mengajar di Sekolah (Cet II Edisi Revisi PT Rineka Cipta), Mei 2009 h. 172.

Ibid., h .62

Ibid., h. 167

 

M. Usman Basrudin, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Cet I putat Press jakarta,  2004), hal. 3.

 

                Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Ciputat Press Jakarta, 2002), hal. 5.

 

M. Usman Basrudin, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Cet I putat Press jakarta,  2004), hal. 7.

Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Ciputat Press Jakarta, 2002), hal. 5.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar